Musik dangdut berbeda dengan musik Melayu. Dangdut merupakan salah satu dari jenis seni musik yang berkembang di Indonesia. Bentuk musik ini berakar dari musik Melayu pada tahun 1940-an. Dangdut memang disepakati banyak kalangan sebagai musik yang membawa aspirasi kalangan masyarakat kelas bawah dengan segala kesederhanaan dan kelugasannya. Ciri khas ini tercermin dari lirik serta bangunan lagunya. Gaya pentas yang sensasional tidak terlepas dari nafas ini. Oleh karena itu, menyanyi dangdut seharusnya dibumbui gaya dangdut yang dominan.

Dangdut memiliki tokoh tersendiri, baik dari penyanyi maupun pencipta lagunya. Sebelum tahun 70-an, tokoh dangdut saat itu adalah Husein Bawafie. Sepertinya asing sekali menyebut namanya. Mungkin memang sudah terlalu senior. Bagaimana dengan era 70-an? Semasa itu, Rhoma Irama menjadi tokoh dangdut yang paling populer. Sepertinya semua tahu, karena bang haji Rhoma Irama masih populer hingga sekarang. Tokoh dangdut setelah tahun 70-an adalah Ikke Nurjanah. Dan hingga pertengahan tahun 2008 ini, nama Ikke Nurjanah masih mendominasi dunia dangdut kita. Ikke Nurjanah memang layak disebut tokoh dangdut, karena penyanyi dangdut sekarang belum mampu menjadi panutan. Bahkan penyanyi dangdut sekarang hanya bisa membuat masalah. Hingga merusak musik dangdut itu sendiri.

Cukup! Tidak perlu diperpanjang lagi masalah di atas, nanti bisa berakibat pusing dan mungkin bisa menggerogoti otak. Mari belajar mengenal musik! Mau? Musik dibangun oleh elemen-elemen bunyi, melodi, ritme, harmoni, dan ekspresi. Bunyi itu sendiri terdiri dari pitch yang berhubungan dengan ketinggian nada. Bunyi dipengaruhi oleh timbre atau warna suara. Warna suara dikategorikan menjadi suara tinggi, suara ringan, dan melengking (seperti suara suling). Karakter suara ini harus disesuaikan dengan lagu.

Menyanyi harus dibumbui estetika dan juga harus ada rasa, sehingga akan kelihatan indah. Disebut penyanyi, jika dirinya mampu menunjukkan bahwa karakter suaranya lebih unik dibanding yang lain.

Yang perlu diperhatikan di sini adalah berlatih pernafasan, terutama bagi mereka yang nafasnya pendek sehingga agak kedodoran ketika bernyanyi. Nilai kurang lainnya adalah bernyanyi tetapi belum punya ciri khas tersendiri atau dengan kata lain masih terperangkap dalam cita rasa sang penyanyi asli.

Cukup! Pelajaran hari ini sampai di sini. Nanti overloading kalau kebanyakan. Balik lagi ke topik dangdut. Dangdut? Bentuk musik ini berakar dari musik Melayu. Konon Melayu diambil dari nama sebuah kerajaan tertua di Sumatera yang disebut Kerajaan Melayu. Akhirnya Sumatera dikenal sebagai Pulau Melayu.

KDI 5 sepertinya mengakui silsilah di atas. Terbukti, kontestan KDI 5 dikuasai oleh orang Sumatera. Dari 28 kontestan yang tercatat, sepuluh diantaranya berasal dari Sumatera. Mereka adalah Yofi, Okta, Ratih, Mega, Moel, Isye, Eka, Yanti, Dian, dan Niken.

  1. Yofi, dari Bengkulu (Provinsi Bengkulu)
  2. Okta, dari Palembang (Provinsi Sumatera Selatan)
  3. Ratih, dari Palembang (Provinsi Sumatera Selatan)
  4. Mega, dari Bangka (Provinsi Kepulauan Bangka Belitung)
  5. Moel, dari Belitung (Provinsi Kepulauan Bangka Belitung)
  6. Isye, dari Batam (Provinsi Kepulauan Riau)
  7. Eka, dari Medan (Provinsi Sumatera Utara)
  8. Yanti, dari Medan (Provinsi Sumatera Utara)
  9. Dian, dari Medan (Provinsi Sumatera Utara)
  10. Niken, dari Lhokseumawe (Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam)